Senin, 04 Oktober 2010

My Dearest School

Ada suatu 'kewajiban' unik yang harus ku lakukan ketika berangkat dan pulang ke dan dari semarang. Kewajiban apakah itu? Yaitu melihat sebuah gedung sekolah tempat ku dulu menuntut ilmu. Sebuah gedung megah yang tampak indah dimalam hari. Ya, itu adalah gedung Man 2 Banjarnegara.

Ketika aku melihat gedung itu, senyum ku mengembang. Kenapa begitu? Padahal aku hanya melihat sebuah gedung sekolah biasa, tapi kenapa bisa? Jawabannya simpel saja: Kenangan. Ya, disanalah aku selama 3 tahun mengukir kenangan indah yang hanya bisa dialami sekali dalam hidup. Kenangan masa SMA.

Kenangan dalam bahasa indonesia bisa berarti sebagai: masa lalu manusia, baik suka maupun duka yang tersimpan dalam ingatan manusia dan bisa muncul dalam berbagai bentuk ingatan, waktu, dan tempat. (benar atau tidak ya???? Hmmm whatever lah. . hehe) sedangkan masa SMA adalah masa dimana manusia berseragam putih abu-abu yang disertai dengan pikiran yang lebih dewasa dan mandiri dari masa sebelumnya. Jadi, kenangan masa SMA menurut ku adalah: masa lalu manusia ketika berseragam putih abu-abu yang disertai dengan pemikiran yang lebih dewasa dari masa sebelumnya. Mungkin tiap orang punya versi sendiri. Jadi bagaimana dan seperti apa versimu?

Terus apa saja sih contoh dari kenangan itu? Hmmm, contohnya ada banyak. Mulai dari hal kurang baik dan memalukan seperti bolos pelajaran, lupa ngerjain pr, dihukum karena terlambat, sampai kte hal menyenangkan dan membanggakan seperti dapat rangking di kelas, dapat sahabat baru, serta. . . Ehemm. . . Ketemu sama cewek atau cowok pujaan disekolah.

Contoh itu betul kan? Semua yang pernah ngerasain masa SMA pasti pernah mengalami beberapa contoh di atas. Ngga bisa dipungkiri bahwa dalam masa ini seorang manusia sedang mengalami masa paling berkesan dalam hidupnya. Dalam masa ini juga, manusia sedang dalam masa berkembang yang pesat. Berkembang ke arah yang baik atau berkembang ke arah yang buruk. Kedua kemungkinan ini bisa terjadi dan itu karena banyak faktor. Tapi faktor terbesar sih karena teman (kata guru ku dulu). Bila pandai pilih teman (yang baik maksudnya) ya jelas kita akan tertular kebaikannya, tapi kalau sembarangan pilih teman ya kita juga akan tertular. Tapi kalau pintar menjaga dan me-manage diri sendiri ya insya allah tidak tertular.

Terus ada ngga sih perasaan sedih setelah lulus dari SMA? Kalau menurutku sih ada. Kenapa? Karena aku sudah ngga bisa lagi merasakan 'atmosfir'nya. I mean, aku sudah ngga bisa ngerasain gimana suasana kelas yang ribut ketika istirahat atau saat pelajaran kosong, suasana ramainya kantin sekolah, ataupun saat nunggu giliran buat wudhu ketika waktu shalat tiba. Semua itu tinggal kenangan sekarang ini. Ada juga perasaan sedih, ketika tahu bahwa setelah lulus ini, harus berpisah dengan teman-teman dan sahabat-sahabat dekat, dengan guru-guru juga, dan dengan semua komponen di sekolah itu. Menurutku wajar sih, karena kita cuma manusia biasa. Ngomongin soal ini, aku jadi inget saat-saat menyenangkan sama sahabat and teman-teman ku dulu. Saat hunting tempat-tempat asik, saat ngobrol soal hobi dan kesukaan, saat ngobrol soal peajaran, dan masih banyak lagi. Tapi semua itu tinggal kenangan. Sering tersiar dalam pikiran ingin bisa merasakan atmosfir itu lagi, tapi kapan dan bagaimana, itu yang aku kurang tahu tepatnya.

Mungkin ini ya yang namanya misses with someone or something very meaningful to you. I don't know exactly, can only answer: maybe....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar